Blog
Laptop gaming semakin jadi kebutuhan wajib buat kamu yang ingin bermain game esports, game kompetitif, atau sekedar menikmati game AAA dengan FPS stabil. Tidak semua laptop gaming punya performa yang sama. Ada beberapa komponen penting yang harus dipahami jika kamu ingin pengalaman bermain yang mulus dan responsif.
Main game kompetitif itu bukan cuma soal skill. Perangkat juga sangat menentukan. Di scene esports, beda 10–20 FPS saja bisa terasa di aim, tracking, sampai reaksi klik. Karena itu, memilih laptop untuk esports atau laptop gaming FPS stabil harus lebih teknikal.
Tidak cukup “GPU gede”, tapi harus paham bottleneck seperti RAM, storage, CPU single-core, hingga jalur display GPU (MUX/Optimus). Nah, artikel ini akan membahas spesifikasi ideal untuk laptop untuk esports, kriteria laptop gaming FPS stabil, serta rekomendasi model terbaru yang layak dipertimbangkan di 2026.
BACA JUGA: Apa Itu RAM pada Laptop dan Fungsinya? Inilah Alasan Mengapa Kamu Butuh Kapasitas Besar
Sebelum bicara rekomendasi, mari pahami dulu komponen mana saja yang paling berpengaruh ke performa gaming terutama di game kompetitif seperti FPS, MOBA, atau battle royale:
Banyak orang fokus ke kapasitas saja (16/32 GB), padahal arsitektur RAM jauh lebih penting untuk FPS stabil. Padahal secara teknis, RAM juga mempengaruhi frame pacing (kestabilan frame time), stutter saat loading asset, dan multitasking. Kamu wajib memperhatikan hal berikut ini:
Rekomendasi untuk laptop gaming, minimum memiliki RAM 16 GB dual channel. Namun, akan lebih ideal jika RAM berukuran 32 GB dual channel untuk bisa melakukan multitasking sekaligus, bisa gaming, streaming, dan buka background apps. Kalau sering drop FPS pas teamfight besar? Biasanya masalah di RAM, bukan GPU.
SSD bukan cuma soal “booting cepat”. Dalam game modern, map, texture, dan shader sering dimuat secara real-time. Kalau storage lambat, biasanya stutter saat pindah area, freeze mikro saat respawn, hingga texture pop-in. Secara teknis kamu bisa memilih SSD berikut:
Rekomendasi SSD untuk laptop gaming agar bermain game lancar tanpa hambatan, minimum NVMe Gen 3, dan idealnya di NVMe Gen 4 dengan kapasitas 1 TB biar lega karena game-game saat ini memiliki ukuran yang besar. Jika SSD lambat, frame drop “misterius” meski GPU kuat.
Ini paling sering disalahpahami. Mayoritas game esports seperti FPS atau MOBA, tidak memakai semua core CPU secara penuh. Mereka lebih berat di 1–2 core utama. Artinya single-core performance lebih baik dibanding jumlah core banyak. Kamu harus memahami parameter penting berikut:
Dampaknya di game jika CPU lemah, maka FPS bakal mentok, input delay naik, dan frame time tidak stabil. Maka dari itu, pilih CPU generasi terbaru dan fokus ke performa single-core benchmark, bukan cuma “banyak core”. Untuk game kompetitif, CPU sering lebih penting daripada GPU.
Banyak orang lihat “RTX sekian”, langsung beli. Padahal di laptop ada faktor TGP (Total Graphics Power). RTX 4060 140W jauh lebih kencang dari RTX 4060 80W. Ada yang lebih penting untuk dicek, seperti TGP tinggi akan membuat performa maksimal, VRAM cukup dengan 6-8GB minimum, dan sistem pendingin bagus.
Semua itu penting diperhitungkan karena bermain game kompetitif membutuhkan FPS yang stabil, maka dari itu dibutuhkan frame rate tinggi (120–240+ FPS), frame time stabil, dan tidak throttle saat panas. GPU kuat tapi kepanasan justru bisa bikin performa jadi turun 20-40%.
Ini fitur yang sering diremehkan tapi krusial. Secara default, banyak laptop memakai GPU, iGPU, layar (melewati Optimus). Masalahnya, ada latency dan bottleneck bandwidth. Dengan MUX Switch, maka GPU berpengaruh langsung ke layar dan hasilnya FPS naik 5-15%, input lag turun, dan frame lebih stabil.
Untuk game kompetitif, ini terasa banget di aim dan tracking. Kalau laptop gaming tanpa MUX, performa GPU jadi tidak maksimal.
Baca Juga: "Seberapa Penting Garansi dan Asuransi Laptop? Jangan Anggap Sepele!"
Berikut ini rekomendasi laptop gaming terbaru yang layak dipertimbangkan di 2026 karena performa, kestabilan FPS, dan hardware yang mendukung gaming kompetitif:

Pongo 775 sudah dibekali prosesor dan grafis generasi terbaru sekaligus menjadi laptop gaming pertama yang menggunakan RTX 5000 series dalam lini Pongo Series. Intel® Core™ i7-13620H, prosesor generasi ke-13 dengan 10-core (6 Performance + 4 Efficient Cores) dan 20 threads, menawarkan performa luar biasa untuk gaming, multitasking, dan aplikasi berat seperti video editing, rendering, hingga simulasi 3D.
Dengan ukuran 16 inci QHD+ (2560 x 1600) dan refresh rate 180Hz, pengguna dimanjakan dengan tampilan yang tajam, responsif, dan minim tearing. Pongo 775 juga ditenagai oleh NVIDIA® GeForce RTX™ 5070, GPU berbasis arsitektur Ada Lovelace yang mendukung teknologi seperti ray tracing generasi ketiga, DLSS 3, dan Frame Generation.
Axioo membekali Pongo 775 dengan RAM DDR5 5200MHz SODIMM, menawarkan bandwidth tinggi untuk multitasking tanpa lag. Didukung juga oleh storage SSD PCIe Gen 4x4 NVMe (form factor 2280) yang menjamin loading cepat, boot instan, dan transfer file super kilat.
Spesifikasi singkat:

Jantung dari performa Pongo 765v2 adalah GPU (Graphics Controller) terbaru dari NVIDIA, yaitu GeForce RTX™ 5060 Laptop GPU. GPU ini tidak main-main, hadir dengan VRAM 8GB GDDR7 dan TGP (Total Graphics Power) yang tinggi hingga 115W.
Untuk mengimbangi GPU yang kencang, Pongo 765v2 ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ i7-13700H. Prosesor "Raptor Lake" ini memiliki konfigurasi dengan 14 Cores dan 20 Threads serta kecepatan clock yang lebih tinggi mencapai 5.0 GHz. Dukungan teknologi upscaling terbaru DLSS 4 turut memastikan kamu mendapatkan FPS tinggi dengan kualitas visual yang tetap tajam.
Layar dari Pongo 765 dilengkapi panel LCD 16 inci dengan rasio aspek 16:10 dan resolusi tajam FHD+ (1920x1200). Laptop ini juga dibekali VRAM 8GB dengan tipe memori GDDR7 terbaru dan daya GPU dimaksimalkan hingga 115 Watt untuk performa gaming rata kanan.
Spesifikasi singkat:

Ditenagai NVIDIA® GeForce RTX™ 5050 dan Intel® Core™ i7-13700H 14 Cores & 20 Threads (Max Turbo 5.0 GHz), Pongo 755v2 menghadirkan kekuatan grafis generasi terbaru dengan kemampuan ray tracing dan AI rendering. Laptop ini tak hanya relevan untuk bermain game kompetitif, tapi juga untuk kebutuhan kreatif seperti editing video, animasi 3D, hingga live streaming.
Mengusung layar 16 inci Full HD+ IPS dengan refresh rate 165Hz dan 100% sRGB, Pongo 755 memastikan setiap visual tampil jernih, akurat, dan responsif. Untuk konektivitas dan ketahanan, Pongo 755 dibekali WiFi Intel AX101, baterai 53.50Wh, serta adaptor 180W dan juga sistem audio Sound Blaster™ Studio+.
Tak hanya itu, laptop ini juga dilengkapi dual slot DDR5 hingga 5200MHz dan dual M.2 SSD PCIe Gen4x4 untuk kecepatan baca-tulis tinggi serta multitasking tanpa hambatan. Kehadiran MUX Switch Support memberi fleksibilitas untuk berpindah antara mode hemat daya dan performa maksimal, ideal untuk sesi gaming berat maupun aktivitas produktif seperti rendering dan streaming.
Spesifikasi singkat:
BACA JUGA: "Seberapa Penting RTX 50 Series bagi Laptop Gaming di 2025?"
Memilih laptop untuk esports dan laptop gaming FPS stabil bukan hanya soal angka di spesifikasi, tetapi juga kombinasi RAM besar, SSD cepat, CPU single-core kuat, serta dukungan fitur seperti MUX Switch/Optimus. Semua komponen ini bekerja sama untuk memberi gameplay yang mulus, responsif, dan kompetitif.
Rekomendasi terbaik yang layak kamu pertimbangkan di 2026 adalah Pongo 755v2, Pongo 765v2, dan Pongo 775, masing-masing hadir dengan spesifikasi yang bisa mendukung gaming kompetitif di level tinggi.
Siap upgrade laptopmu untuk pengalaman gaming yang lebih serius? Beli laptop gaming Axioo Pongo di dealer resmi, toko komputer terdekat, atau secara online di marketplace dan website resmi Axioo Indonesia. Dapatkan performa yang bikin FPS stabil dan menang game jadi lebih mudah. (*)
Latest Updated Media